Belajar lagi, Belajar terus :)

Saturday, August 04, 2018

Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamualaikum,
Sudah lama sekali tidak menulis di blog ini, nampaknya sudah begitu banyak cerita yang terlewat yaa, dimulai dari status baruku sebagai seorang istri. Masyaallah Alhamdulillah.. mungkin cerita detail tentang itu akan aku ceritakan di postingan terpisah yaa..

Saat ini, aku tergabung dalam Institut Ibu Profesional. Sebuah kelas komunitas untuk para Ibu ataupun calon ibu yang ingin meningkatkan kualitas diri sebagai seorang perempuan, seorang istri dan seorang ibu.



Jadi, jangan kaget yaa.. kalau beberapa minggu mendatang blog ini dipenuhi tulisanku mengenai IIP, dimana kami mahasiswi IIP diberikan tugas berupa NHW (Nice Homework) dengan tema yang berbeda sesuai materi yang diberikan dalam setiap minggunya. Insyaallah, akan ku abadikan dalam journal di blog ini yaa, bersyukur jika sharing dariku bisa bermanfaat juga untuk teman-teman pembaca :)

Materi diminggu pertama dibuka dengan tema yang sangat menarik yaitu “Adab Menuntut Ilmu”
Sebelum beralih ke materi selanjutnya, kami para mahasiswi dibekali dan kembali diingatkan terkait beberapa adab dalam menuntut ilmu. 

“Karena adab tidak bisa diajarkan, adab hanya bisa ditularkan. Maka kita sebagai ibu yang harus mengamalkan adab menuntut ilmu. Agar bisa memberi contoh pada anak-anak sebagai amanahNya” (Materi 1 tim matrikulasi #6 IIP)

Berikut beberapa pertanyaan NHW #1

“Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini “

Aku tertegun ketika mendapat pertanyaan tentang hal ini. Begitu banyak perasaan yang terkecamuk dalam hati. Universitas kehidupan? Sesungguhnya, sebelumnya tidak pernah  terpikirkan tentang hal itu. Namun aku percaya, dalam menjalani kehidupan ini sepenuhnya kita memang sedang berada dalam track yang sudah disiapkan oleh sang maha pencipta. Sepanjang kita hidup, disitulah terjadi pembelajaran dari waktu ke waktu dan semuanya tergantung bagaimana kita menjalaninya.

Semakin bertambahnya usia, aku mulai semakin mengerti bahwa apa lagi hal yang kita cari di kehidupan dunia ini selain untuk bekal persiapan dikehidupan selanjutnya? Hal yang kita kejar didunia semata-mata sebagai jalan kita menuju kehidupan kekal di akhirat. Bicara soal Ilmu Agama? Sudah pasti itu merupakan prioritas ku hingga akhir usia. Masih banyak sekali kekurangan dalam diri ini, yang membuat ku sadar bahwa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam setiap harinya adalah suatu keharusan.

Jadi, jika dikaitkan dengan point pertanyaan tadi, banyak sekali jurusan yang sebenarnya ingin aku sebutkan satu persatu, namun berhubung hanya boleh satu saja.. maka aku akan menjawab: menjadi istri sholehah, adalah salah satu jurusan yang sedang dan akan ku tekuni di sisa kehidupan ini.

“Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut”

Semuanya bermula sejak hari akad itu tiba, dimana terjadinya ijab qabul antara Papa dengan sosok lelaki yang awalnya bukan siapa-siapa. Dalam detik itu juga tertanam dengan sepenuh hati, bahwa ya, tiada lagi impian ku selain menjadi istri sholehah dan ibu yang baik untuk anak-anak kami kelak.

Sebagaimana yang aku pahami, jalan ini pun merupakan jalan yang dapat aku tempuh untuk mencapai Jannah. Dapat berkumpul dengan keluarga di surga adalah impian setiap umatnya. Harapan ku sederhana, jika Allah mampu mengumpulkan kita di dunia, kita pun harus berusaha agar Allah kembali mampukan kita untuk berkumpul di Jannah-Nya.

“Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?”

Semuanya butuh proses, hingga detik ini pun aku tak henti belajar. Bicara soal bagaimana menjadi istri sholehah, tentu cakupannya luas. Aku pun belum bisa melabeli diri ini sebagai istri sholehah, karena Allah lah sebaik-baiknya yang maha menilai, kewajiban ku hanya berusaha sebaik-baiknya mencapai itu semua.

Bersyukur, Allah Mengkaruniaiku suami yang mau membimbing istrinya menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan sabar, penuh kasih sayang memberi semangat dan dukungan. Sharing diskusi bertukar pikiran merupakan kegiatan yang rutin kami lakukan. Ini merupakan salah satu hal yang semakin menguatkan proses belajar ku.

Selain itu, ikut serta dalam kegiatan kajian rutin, turut menjadi aktifitas yang saat ini mulai aku lakukan. Bahagia rasanya ketika dikumpulkan dengan insan yang datang bersama-sama untuk menuntut ilmu. And last but not least, dengan keikut sertaan ku dalam program IIP ini pun, merupakan salah satu ikhtiar ku dalam menjalani jurusan ilmu yang sedang ku tekuni.

Seperti dalam hadits:
“Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah memudahkan baginya jalan menuju surga” (HR. Muslim)


“Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.”

Aku sadar, semua pembelajaran dalam hidup tidak serta merta hanya karena pengaruh diri sendiri, namun orang sekitar pun turut berperan. Jadi tidak ada alasan untuk kita merasa sombong dan merasa lebih baik dari yang lain, buang jauh-jauh perasaan itu.
Dan point yang paling penting adalah menanamkan niat dalam hati bahwa tujuan mencari ilmu disertai dengan mengharapkan ridho Allah, sehingga ilmu yang kita pelajari dapat bermanfaat.

Wasalamualaikum,



You Might Also Like

0 komentar