Review Film : Searching

Friday, November 30, 2018

have you watched Searching?


Saat melihat judul dan trailer film Searching, yang terbesit dalam benak gue adalah film ini adalah sebuah film keluarga yang menyajikan pesan moral untuk lebih mengenal karakter anak kita. Sesimple itu. Tidak terlalu berminat untuk menonton sampai gue tau bahwa film ini memenangkan berbagai penghargaan seperti Sundance Film Festival, Phoenix Film Festival, San Fransisco International Film Festival, dsb. Dari situ gue mikir ini film pasti ada something special. Karena bujuk rayu istri tercinta, akhirnya gue pun nonton film ini. Dan ternyata apa yang gue pikirkan salah, film ini lebih dari sekedar cerita keluarga, ketegangan setiap scene membuat penonton tidak bosan dan selalu menanti adegan selanjutnya.

Well, kenapa kita harus nonton filn ini? Pertama, film ini bukan film biasa yang hanya mengandalkan drama, tapi juga thriller. Kedua, film ini mengambil angle yang tidak biasa. Sepanjang film akan banyak adegan kita hanya melihat layar komputer, laptop dan juga handphone. Ketiga, film ini mendapat apresiasi bagus versi Rottentomatoes dengan nilai 93% dan 7.8 / 10 untuk IMDB (menurut gue  seharusnya bisa lebih tinggi). 

Cerita bermula ketika Pamela Kim, istri dari David Kim dan ibu Margot Kim meninggal dunia. David yang kesulitan berkomunikasi dengan Margot kehilangan kontak pada suatu malam. David yang rutin menanyakan kabar margot melalui video call tidak mendapatkan respon pada malam tersebut. Setelah beberapa hari menunggu, Margot dinyatakan hilang. Disinilah konflik dimulai. David melapor ke polisi, dengan segera David mendapat kabar bahwa kasus ini akan ditangani oleh Detektif Rosemary Vick. David mencari tau bahwa ternyata Detektif Vick adalah salah satu polisi terbaik di kota tersebut yang berhasil menangani banyak kasus. David menggantungkan harapan pada Vick dalam seluruh kasus ini. David bukanlah ayah biasa, david adalah seorang ayah yang cerdas, sambil menunggu perkembangan dari Detektif Vick, ia mencari jejak dan bukti-bukti sendiri untuk mengetahui keberadaan Margot.


David menemukan petunjuk hilangnya Margot di sebuah danau yang pernah ia lihat di media sosial milik Margot. Saat kesana kondisi mobil yang ditumpangi Margot sudah tenggelam sebagian di danau. Pencarian disekitar daerah tersebut pun dilakukan. Dan setelah beberapa hari dengan bantuan volunteer dan datangnya badai, Margot tak juga ditemukan dan dinyatakan meninggal. David tak menyerah untuk mencari anaknya, saat kasus dinyatakan selesai. Ia terus mencari bukti-bukti keberadaan Margot. Sampai akhirnya ia mengetahui bahwa pembunuh Margot adalah….(ngga disebutin disini deh yaa biar ngga spoiler wkwkwkwk). Then, pembunuhan terungkap. Margot ditemukan sekarat tetapi masih bisa terselamatkan. Biar lebih jelasnya temen-temen bisa nonton sendiri filmnya hehehe.

Beberapa pesan moral dalam film ini :
  1. Membangun komunikasi dalam sebuah keluarga itu penting, jangan sampai kemajuan teknologi menghilangkan sisi bounding untuk berbicara dengan keluarga hanya melalui gadget.
  2. Pentingnya bagi setiap orang tua mengikuti perkembangan zaman agar dapat mengerti apa yang dilakukan oleh anak kita.
  3. Percaya pada anak sepenuhnya, tapi tidak ada salahnya untuk menanyakan bukti-bukti kegiatan anak kita. Hal tersebut tidak akan menimbulkan kemarahan jika bounding sudah terbentuk. Poin pertama: diawali dengan cara menciptaan suasana yang nyaman ketika berkomunikasi, sehingga diharapkan anak akan lebih terbuka kepada orangtuanya.
  4. Lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
So Buat temen-temen yang belum nonton film ini bisa menambahkan ke list tontonan film kalian ya..selamat menonton guys!

“I didn't know her. I didn't know my daughter.” David Kim



Salam,
Dony Ariestha

You Might Also Like

0 komentar