Honeymoon : Singapore

Wednesday, December 12, 2018



Assalamualaikum,
Telat ngga sih kalo aku update soal honeymoon? hahaha eh tapi gapapa deh yaa? Sampe beberapa minggu kedepan aku akan nyicil share disini :p
Baiklah, ku mulai yaaa :)

Tujuan pertama kami adalah Singapore. Awalnya, negara ini ngga masuk list honeymoon kami, karena tujuan utama kami ingin ke Bangkok dan Phuket Thailand. Tapi begitu liat tiket pesawat ke Phuket, pesawatnya transit dulu ke Singapore. Dipikir-pikir daripada transit 6 jam di Singapore, mending sekalian aja deh nginep semalam.

Banyak banget alasan untuk datang ke Singapore, pertama selain harga tiket pesawatnya yang “terjangkau” bisa didapat mulai harga 600ribuan, Singapore adalah negara terbaik di Asia Tenggara dengan kemajuan teknologi yang sangat bagus. Jadi kalau teman-teman pingin merasakan rasanya berada di negara maju, untuk wisata kotanya: Singapore bisa jadi pertimbangan kalian.

Menurut kami, di Singapore biaya hidup bisa terbilang mahal yaa meskipun harga tiketnya murah. Dalam beberapa aspek travelling kita bakal keluarin ongkos lebih. Contoh, untuk biaya hotelnya. Selama di Singapore kami menginap di Lemongrass Hotel, letaknya di Geylang. Sangat mudah untuk teman-teman yang akan ke Singapore, karena sistem trasportasi disini terutama MRT nya super rapi. Cukup mengikuti warna jalur yang dituju aja, dijamin kita ngga bakal nyasar. Untuk hotelnya sendiri fasilitasnya standar aja, cuma seperti yang kami bilang sebelumnya, untuk hotel dengan fasilitas seperti ini, di Indonesia kita bisa dapat harga setengahnya.

Oiyaa pastikan kalau teman-teman ke Singapore bawa botol minum kosong buat reffil isi ulang yaa, karena air mineral disini mahal banget harganya. Di Singapore teman-teman bisa belanja di Sevel, seperti minimarket lain di Indonesia, Sevel sangat gampang buat ditemuin. Harga air mineral ini sendiri berkisar 2 dollar Singapore atau sekitar 20.000 rupiah. Padahal di Indonesia dengan ukuran yang sama, kita bisa dapat di range harga sekitar 5000 rupiah. Kegunaan botol minum itu sendiri memudahkan teman-teman untuk bawa air isi ulang yang bisa diambil disetiap keran-keran yang sudah disiapkan oleh pemerintah Singapore. Ngga usah khawatir karena air keran itu sendiri udah dijamin kualitasnya oleh pemerintah Singapore untuk siap minum. Tapi pada kenyataannya selama di Singapore kemarin, aku dan suami malah kebanyakan jajan air mineral dan ngga memanfaatkan fasilitas yang ada hahaha suhomboong :)) next deh Insyaallah kalo kesana lagi, akan kami coba manfaatkan fasilitas tsb mayaan ngirit ye nggaa? (udah jadi emak2 soale).

Untuk transportasinya selama di Singapore kami menggunakan MRT, kalau teman-teman cuma sebentar di Singapore sebaiknya beli tiket per perjalanan aja, karena harganya bakalan lebih murah. Tiket ini bisa dibeli di mesin elektronik di semua stasiun, mudah banget.

Berhubung waktu yang kami punya cuma sebentar dan sampai di Singapore pun sudah siang hari, jadi ngga banyak tujuan wisata yang bisa kami explore di Singapore. Kami hanya menyempatkan untuk wajib punya foto di merlion. Cara ke Merlion Park sangat mudah, teman-teman naik MRT turun di Raffles Place kemudian keluar Jalur B. Selanjutnya menyusuri Singapore River, Cavanagh Bridge, Fullerton Hotel sampai deh nanti keliatan Patung Merlionnya. Untuk masuk atau foto di Merlionnya ngga dikenakan biaya kok, free. Teman-teman pastikan dapat spot foto yang bagus yaa..
Spot foto disekitar Merlion banyak banget, teman-teman bakal disuguhkan pemandangan yang bersih, rapi, dan patung-patung klasik. 

Puas dari Merlion kami lanjut jalan-jalan ke kawasan Bugis. Kami mampir ke mall dan jalan-jalan di sekitaran kawasan Bugis. Untuk mall nya sendiri biasa aja, sama seperti mall di Indonesia pada umumnya. Next, malamnya kami nyoba jalan-jalan ke Chinatown, disini lebih asik buat tourist karena teman-teman bisa merasakan suasana belanja di Pecinan. Serunya lagi malam hari disini dilengkapi dengan lampion jadi makin bagus pemandangannya.



Day 2.

Besok harinya kami pergi sambil check out, tujuan utamanya adalah Masjid Sultan, lokasinya di Kampong Arab. Di sebelah Masjid Sultan ada Malay Heritage Center / Pusat Kebudayaan Melayu. Kami memang ngga masuk ke dalam Malay Heritage, sambil nunggu adzan dzuhur kami hanya duduk-duduk di taman Malay Heritage. Disekitaran tempat ini, teman-teman bisa sambil wisata kuliner. 



Ada beberapa kejadian seru, yaitu saat kami ngobrol dengan seorang turis dari Portsmouth, Inggris. Beliau seorang muslim yang lagi jalan-jalan bersama istri dan anaknya. Istrinya berhijab, keduanya sangat ramah dan memberikan beberapa nasihat pernikahan pada kami karena mereka tau kami pengantin baru :') bahkan diakhir pertemuan, mereka sempat menawarkan jika kami berkesempatan main ke Inggris, jangan ragu untuk mampir kerumahnya :)) hahaha di Aamiin-kan saja yaa hhi,

Kemudian ada satu lagi saat bertemu dengan penduduk asli Singapore, mereka bilang kalau kalian orang Indonesia, seminggu atau dua minggu saja di Singapore bakal bosan dengan kehidupan di sini. Indonesia lebih banyak tempat wisatanya. Pernyataan tersebut menurutku ada benarnya, karena Negara kita sangat kaya akan potensi wisata. Banyak yang bisa di explore dari pariwisata Indonesia, sedangkan disini seperti yang dikatakan sebelumnya, sekali datang mungkin seru. Tapi lama-lama bosan juga. Well, buat ngebuktiin, teman-teman silahkan coba datang langsung aja ke Singapore yaa..

Seeyou next post ^^


You Might Also Like

0 komentar