Review Film : Instant Family

Friday, February 08, 2019

have you watched Instant Family?


Harta yang paling berharga adalah keluarga…pasti semua hafal kan lirik lagu ini..hehe..buat kalian yang menyukai film parenting, Instant family rasanya cocok untuk jadi tontonan. Alur ceritanya ringan tetapi sangat menghibur dan sarat makna keluarga. Instant family mendapat rating 7.6 /10 versi imdb dan rating rottentomatoes sebesar 82%. Ya film ini mendapat respon positif dari masyarakat.

Diperankan oleh Mark Wahlenberg (Pete Wagner), Rose Byrne (Ellie Wagner), dan Isabela Moner (Lizzie) film yang diilhami dari kisah nyata ini menggambarkan bagaimana sebuah keluarga dapat menyatu dalam perbedaan, kekuatan sebuah keluarga untuk mendukung satu sama lain dan saling menguatkan meskipun mereka adalah orang tua dan anak asuh.

"When trouble comes, it’s your family that supports you.” Guy Lafleur


Warning, Spoiler alert !!!
Dikisahkan Pete dan Ellie adalah pasangan suami istri yang harmonis, berkecukupan dan hidup tidak neko-neko. Sayangnya mereka belum memiliki anak dari hasil pernikahan mereka. Hal yang sama terjadi pula pada adik Ellie, saling sindir tentang memiliki anak menjadi awal pemicu munculnya “candaan” pete terhadap ellie untuk mengadopsi anak. Tak disangka, canddan pete ditanggapi serius oleh ellie, suatu malam saaat pulang kerja ellie sedang melihat informasi tentang mengadopsi anak. Pete yang awalnya mencoba mengalihkan pembicaraan tak kuasa menahan kesedihan saat mengetahui banyak anak di luar sana hidup tanpa keluarga. Akhirnya mereka memutuskan untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan adopsi tersebut. Sebelum mengadopsi, mereka melawati beberapa tahapan seminar parenting hingga saat event memilih anak adopsi pun tiba. Tentu tidak mudah untuk menentukan anak adopsi, setelah berkeliling mencari anak balita yang tak kunjung cocok. Pete ingin mengajak bicara remaja – remaja homeless tersebut. Ellie tak setuju karena menurutnya membentuk anak yang sudah remaja itu sulit apalagi mereka dekat dengan narkoba bla bla bla. Tak disangka percakapan mereka di dengar oleh lizzie. Dan lizzie dengan tegas mengatakan bahwa tak apa jika mereka tak peduli dengan remaja. Silahkan cari anak bayi yang imut- imut.

Pertemuan pertama Wagner Family dengan Lizzie
Siapa sangka pertemuan kaku tersebut justru membuat Pete dan Ellie sangat tertarik untuk mengadopsi Lizzie. Akhirnya mereka mengajukan untuk adopsi tersbut, dan tak disangka lizzie memiliki dua orang adik. Sempat ragu untuk memutuskan adopsi. Ejekan dari adik Ellie membuat mereka yakin untuk membuktikan bahwa mereka mampu menjadi orang tua asuh yang baik.

Pete dan Ellie terkejut mengetahui Lizzie mempunyai dua orang adik

“This is never going to be easy.”


Awal kehidupan tentu tak dimulai dengan mulus, pete dan ellie mencoba bersabar membangun hubungan sebagai orang tua asuh. Setelah waktu berjalan hubungan mereka dengan kedua adi Lizzie membaik. Juan dan Lita (adik Lizzie) akhirnya menganggap Wagner sebagai orang tua. Tetapi Lizzie sangat sulit. Mereka hampir selalu bertengkar dengan Lizzie, terutama Ellie. Lizzie yang selama ini tak terkendali kesulitan membangun chemistry. Lizzie suka berpakaian terbuka, memiliki pacar tak jelas dan teman-temannya tak menghormati ellie sebagai orang tua asuh. Belum selesai  untuk membangun chemistry, mereka mendapat kabar bahwa ibu kandung lizzie akan keluar dari penjara sehingga pengadilan akan memutuskan kemana hak asuh lizzie akan diberikan. Wagner family tak terima dan merasa sedih untuk kehilangan anak asuh mereka. Mampukah wagner family membangun chemistry tersebut? Nonton filmnya aja ya biar lebih jelas. Hehehe..

“Having somewhere to go is home. Having someone to love is family. And having both is a blessing.” 

Masih bingung mau nonton apa weekend ini? Jangan lupa buat nonton instant movie ya, dijamin ga akan nyesel dan ngasih kita semua gambaran bagaimana perjuangan menjadi orang tua 

“The memories we make with our family is everything.” 

Salam,
Dony Ariestha 

You Might Also Like

0 komentar