Freshgraduate Kuliah Lagi Atau Kerja Dulu?

Monday, April 15, 2019


A good investment of your time is studying to become better at what you do dailySunday Adelaja.

Tulisan ini terinspirasi dari percakapan dengan seorang security di kantor. Malam hari saat pulang kerja, security membukakan pintu. Sambil saya menunggu lift, security itu mengajak saya berbincang. Singkat cerita saya bertanya padanya :
D (Dony) : kalau security sabtu minggu masuk mas?
S (Security) : kalau yang shift masuk Pak, kalau non shift hanya sampai jumat. Saya ambil non shift karena tiap sabtu kuliah
D : wah hebat, kuliah dimana mas? Ambil jurusan apa?
S : kuliah management pak, ambil S1 di Universitas  Pamulang
D : wah bagus itu kampusnya
S : iya pak pendaftarnya ribuan orang, Alhamdulillah saya keterima bisa kuliah. Baru sempat sekarang.
S : saya mesti lanjut kuliah pak, soalnya ke depan lulusan SMA pasti makin susah untuk cari kerjaa mungkin juga security nantinya bakal S1. Seenggaknya saya udah persiapan untuk pendidikan yang lebih baik.
Kurang lebih itulah percakapan singkat dengan seorang security di kantor saya.

Awal tahun disambut semangat baru, resolusi baru. Bagi sebagian besar teman-teman yang akan lulus kuliah di tahun ini seringkali dilanda kebingungan. Semangat kuliah tinggi dan biaya ada sehingga ingin melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi atau langsung terjun ke dunia kerja. Berdasarkan pengalaman saya sebagai HRD, mungkin fakta dan saran berikut dapat bermanfaat bagi teman-teman semua.

Lulus kuliah lanjut kuliah lagi?

Pertanyaan ini harus dijawab secara jujur oleh para wisudawan. Apa pentingnya kuliah lagi? Jika teman-teman lulus tepat waktu dan tidak ingin menjadi dosen sebaiknya langsung saja mencari pekerjaan. Sudah terlalu banyak contoh wisudawan yang lulus dan gagal bersaing kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sebagai tameng pertanyaan dari orang-orang disekitarnya. Padahal kebutuhan dunia pekerjaan saat ini untuk level fresh graduate banyak dibuka mulai jenjang D3 dan S1. Jika teman-teman memaksakan diri kuliah S2 demi mendapatkan gelar dan mencari pekerjaan ketika lulus, saya pikir ini adalah hal yang keliru. Sebagian besar HRD lebih memilih lulusan S1, karena asumsi biaya tenaga kerja yang lebih murah, dan pola kerja yang lebih bisa diatur. Apakah lulusan S2 susah diatur? Jawabannya beragam, tapi dari diskusi kami sesama HRD, biasanya lulusan S2 seringkali “merasa pintar” padahal tidak punya pengalaman kerja sehingga saat diberi arahan kerja sulit menerima. Kemudian Freshgraduate S2 pasti pasang harga tinggi untuk negosiasi gaji. Padahal posisi yang dilamar tidak memerlukan persyaratan jabatan yang setinggi S2, cukup S1 saja. Artinya dia overqualified dalam mendaftar kerja. Contoh : lulusan freshgraduate S2 melamar posisi Staff Accounting dan meminta salary (misalnya) 7juta karena merasa ia memiliki ilmu yang lebih tinggi dari lulusan S1 dan layak dihargai lebih, padahal budget perusahaan untuk posisi tersebut di range 4,5jt. Hal ini yang membuat HRD juga kurang melirik freshgraduate S2.

Lantas bagaimana sebaiknya?

Menurut pengamatan dilapangan, dan diskusi bersama rekan HR lainnya. Sebaiknya lulusan Freshgraduate langsung saja mencari pekerjaan yang sesuai dengan passionnya. Cari pengalaman dua atau tiga tahun sambil menabung untuk biaya kuliah selanjutnya. Lebih bagus lagi jika setelah bekerja mendapatkan beasiswa, entah dari perusahaan atau beasiswa dari Pemerintah. Apakah bisa? bisa, sangat banyak contohnya rekan-rekan saya dulu ketika sama-sama mulai kerja, kemudian dua atau tiga tahun kemudian mengikuti program beasiswa berprestasi di perusahaannya atau going abroad melalui beasiswa LPDP. Nah orang-orang seperti ini lah yang sebenarnya memiliki “nilai jual” yang lebih di mata perusahaan. Dengan pengalaman kerjanya, ia melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan jalur karir pekerjaannya, karena percuma melanjutkan kuliah yang tidak sesuai dengan pekerjaan. Misalnya, lulusan IT bekerja sebagai IT dan setelah bekerja dua tahun ia melanjutkan kuliah di Magister Management Keuangan, apakah ilmunya bermanfaat? Jelas. Apakah hal tersebut membantu karirnya? Saya rasa tidak, karena jalur kuliah yang dipilih tidak linier dengan pekerjaannya. Oke jadi saya coba rangkum dari apa yang telah saya tulis ini :

  1. Jika anda tidak ingin menjadi dosen atau pengajar, sebaiknya setelah lulus kuliah langsung mencari pekerjaan
  2. Usahakan pekerjaan tersebut sesuai dengan passion dan jurusan kuliah
  3. Setelah bekerja dua atau tiga tahun, lanjut kuliah untuk mempersiapkan diri ke jenjang jabatan yang lebih tinggi
  4. Sebaik-baiknya bekerja di perusahaan orang, alangkah lebih baiknya jika kita menjadi pengusaha dan membuka lapangan pekerjaan


Anyone who stop learning is old. Whether at twenty or eighty. Anyone who keeps learning stay youngHenry Ford

Mudah-mudahan bermanfaat bagi semua yang membacanya.

Salam,
Dony Ariestha

You Might Also Like

0 komentar