Review Film : IT Chapter 2

Monday, September 30, 2019

have you watched IT : Chapter Two ?


IT : Chapter Two merupakan sekuel lanjutan dari film sebelumnya berjudul IT. Film yang diangkat dari novel legendaris Stephen King ini menurut gue berhasil diangkat dengan baik di layar lebar. Film dengan durasi 2 jam 50 menit ini cukup berhasil membuat ending yang bagus dan tidak memaksakan ending atau merubah alur cerita karena durasinya yang terbilang panjang. Banyak sekali film yang menjadi “rusak” karena pemotongan durasi yang signifikan sehingga alur cerita nya menjadi kacau. Hal tersebut dilakukan untuk memperbanyak jam tayang demi meraih keuntungan yang lebih besar. Dalam case ini, IT : Chapter Two tidak melakukannya sehingga alur cerita berjalan bagus. Sayangnya film ini hanya mendapat penialaian 7/10 dari IMDB dan 72% audience skor dari rottentommatoes. Mungkin gue bisa jelaskan beberapa sebabnya.
Mengambil latar 27 tahun setelah kejadian film IT, “The Losers Club” terpaksa melakukan reuni yang tidak diharapkan karena kemunculan Badut Pennywise. Bermula ketika terjadi sebuah pembunuhan di kota Derry, Mike Hanlon satu-satunya member Losers yang tidak pindah dari kota Derry mengumpulkan lagi teman-temannya.

“Things we wish we could leave behind. Whispers we wish we could silence. Nightmares we most want to wake up from. Memories we wish we could change. Secrets we feel like we have to keep, are the hardest to walk away from.”

Bill Denbrough

Eddie Kaspbrak

Richie Tozier

Benjamin Hanscom

Mike Hanlon

Stanley Uris

Beverly Marsh
Mike selama 27 tahun “mengabdikan” dirinya untuk mencari tahu bagaimana cara mengalahkan Badut Penniwise, karena ia tahu terror ini pasti akan terjadi lagi sampai si badut mati. Benar saja, ketakutan Mike terbukti, perlahan terror yang mereka alami mulai mendera anak-anak di Kota Derry. Setelah semua berkumpul, ternyata members Losers hampir kehilangan memory terkait kemunculan pennywise. Hal tersebut terjadi karena mereka sudah meninggalkan kota sejak 27 tahun lamanya dan membuat kutukan tersebut hilang dari ingatan mereka, tapi tidak dengan bekas lukanya. Sayang harapan Mike tidak direspon dengan baik, hampir semua member memutuskan untuk tidak ikut membunuh Pennywise, padahal untuk membunuh badut tersebut diperlukan sebuah ritual yang dilakukan secara bersama-sama dengan mengumpulkan artefak kenangan buruk masing-masing anggota the losers untuk dibakar pada sebuah kotak Ritual of Chüd. Saat para member berusaha untuk pergi menjauhi Derry, mereka justru mendapati serangan dari Badut penniwise. Setelah kejadian mengerikan berlangsung, akhirnya Losers Club sepakat bahwa terror badut Pennywise harus dihentikan untuk selamanya.

“See, the thing about being a loser, you don’t have anything to lose. So, be true. Be brave. Stand. Believe. And don’t ever forget, we’re losers, and we always will be.” - Losers Club 

Menurut gw, film ini bagus meskipun banyak adegan yang cukup sadis ya. Jadi pertimbangkan ulang untuk mengajak anak kecil ketika menonton film ini. Pemilihan karakternya sangat pas, dari segi kemiripan fisik Losers Club Muda dan dewasa dipilih dengan sangat baik. Bahkan karakter masa kecilnya pun mampu dibawakan dengan baik oleh aktor senior seperti James McAvoy memerankan bill yang gagap namun berjiwa pemimpin, James Ranshone memerankan Eddie yang sangat higienis, Bill Hader memerankan Richie yang kocak, Jay Ryan memerankan Ben yang punya segudang misteri, Andy Bean memerakan Stanley yang paling penakut, Isaiah Mustafa memerankan Mike yang menjadi kunci bagaimana cara mengalahkan si badut dan salah satu tokoh paling sentral tentu saja Jessica Chastain yang memerankan Beverly dewasa yang berani namun sebenarnya rapuh karena permasalahan KDRT sejak kecil. 


“Let's kill this fucking clown!” Richie Tozier

Entah kenapa film ini tidak mendapat rating yang lebih baik, apakah terlalu banyak adegan yang lebih sadis jika dibandingkan dengan Film sebelumnya? Atau mungkin saja monster-monster yang muncul jujur saja bentuknya annoying. Menurut gue porsi kemunculan Bill sebagai badut agak berkurang di film ini karena beberapa kali sang badut harus berubah bentuk menjadi monster. Jika dulu terror banyak terjadi dalam bentuk badut, maka di film kali ini terror akan banyak muncul dalam bentuk monster. Ada juga pertanyaan tak terjawab ketika ternyata Mike tidak menceritakan apa yang terjadi dengan Suku yang melakukan Ritual of Chüd. Namun diluar hal tersebut. Film ini bisa jadi pilihan untuk kalian tonton.
So, buat kalian yang suka film bergenre Thriller dan horror. IT Chapter Two rasanya dapat memenuhi dahaga kalian dengan segudang adegan mengerikan didalamnya. Happy Watching Guys!


“Be who you want to be. Be proud. And if you find someone worth holding on to, never, ever, let them go. Follow your own path, wherever that takes you.” Stanley Uris 

Salam,
Dony Ariestha


You Might Also Like

0 komentar