Review Film : JOKER “Put on a Happy Face”

Monday, October 07, 2019

have you wacthed joker “put on a happy face” ?



Luar biasa, itulah yang akan anda rasakan setelah menonton film Joker. Penghayatan yang luar biasa dari Joaquin Phoenix membuat anda akan merasakan kondisi psikologis anda terguncang. Pada pemutaran perdananya di Venice Film Festival, penonton bahkan melakukan Standing Ovation selama 8 menit setelah menontonnya! Film ini dark banget, pengamat film menyebutnya lebih ke Drama Psikologis ketimbang film Action. Joaquin Phoenix sukses besar dan menurut saya bisa mengungguli kualitas acting joker terbaik yang pernah ada yaitu mendiang Heath Ledger. Film ini menceritakan asal muasal Arthur Fleck menjadi seorang joker, dengan ia yang berperan sebagai sosok sentral dalam film ini menjadi hidup berkat perannya. Luar biasanya film ini sekarang mendapatkan Nilai 9 dari IMDB dan 91% Audience Score Rotten Tomateos. Buat anda yang belum menonton sebaiknya stop membaca sampai disini, karena beberapa tulisan gue mengandung spoiler.

“I used to think that my life was a tragedy, but now I realize, it's a comedy.” Arthur Fleck


Arthur Fleck dikisahkan adalah seorang pemuda dengan profesi awal menjadi badut untuk kepentingan hiburan. Ia bekerja pada perusahaan Haha, malang dalam pekerjaannya ia mendapatkan gangguan dari pemuda iseng yang mengambil papan reklame yang sedang digunakannya untuk pertunjukkan. Fleck mencoba mengejar, namun ia dipukuli menggunakan papan itu dan dihajar oleh kawanan pemuda itu pula. Keesokan harinya ia ditawarkan sebuah pistol oleh Randall, rekannya kerjanya yang juga berprofesi sebagai badut. Fleck menolak, namun Randall memaksa dengan dalih Fleck membutuhkan itu untuk melindungi diri. Padahal itu demi kepentingan Randall sendiri yang memang menjual senjata illegal. Di film ini anda akan ikut merasakan penderitaan dan kesedihan seorang Fleck dalam menjalani hidup. Ia tinggal bersama ibunya Penny Fleck disebuah apartment kumuh. Ibunya sakit dan hanya Arthur yang merawatnya. Arthur menderita sebuah penyakit dimana ia tidak bisa berhenti tertawa, meskipun tidak ada hal yang lucu. gue sangat kagum dengan penjiwaan dari Phoenix, ia bisa memerankan Arthur yang tertawa dengan raut wajah yang sebenarnya sedih karena ia tidak bisa berhenti menahan tawa. 

Adegan saat Arthur di kereta dan tak bisa menahan tawa

Sebuah adegan yang menurut gue ngena banget adalah ketika berada di kereta, tiga pemuda yang bekerja di Wayne Entreprises mengganggu seorang wanita. Arthur yang melihat kejadian tersebut tertawa, padahal ia tidak bermaksud seperti itu. Tiga pemuda tersebut lalu bertingkah konyol didepan Arthur sehingga membuat Arthur tertawa lebih kencang. “I’m sorry, I’m Sorry” ucap Arthur sambil berusaha menunjukkan kertas yang menunjukkan sebenarnya ia memiliki penyakit dan dalam pengobatan. Namun niat Arthur tersebut tidak kesampaian karena tas yang berisikan kertas tersebut dilempar oleh tiga pemuda tadi. Arthur dipukuli lagi seperti ia dipukuli oleh sekelompok pemuda sebelumnya, namun kini reaksinya berbeda, Arthur menembak ketiga pemuda tersebut. Arthur panic dan ia melarikan diri.


“Is it just me, or is it getting crazier out there?”Arthur Fleck

Orang jahat berawal dari orang baik yang tersakiti. Mungkin begitulah gambaran kemunculan Arthur hingga menjadi seorang joker. Setelah itu semua bertambah kacau. Arthur yang sebelumnya mendapat pemotongan gaji akibat mengilangkan papan (yang digunakan untuk memukulinya) masih dipercaya untuk menghibur anak-anak dirumah sakit. Tapi petaka lain muncul disini, Arthur yang keasikan berjoget tak sadar menjatuhkan pistolnya. Arthur berdalih itu hanya property yang digunakan untuk pertunjukkan, namun ia tetap dipecat dari Haha. Masalah tidak selesai sampai disitu, Arthur yang setiap hari harus mengirimkan surat dari Ibunya ke Thomas Wayne mendapati bahwa ternyata Thomas Wayne adalah ayahnya! Arthur mengamuk dan ibunya menjelaskan bahwa  ia menutupi hal tersebut karena telah menandatangani perjanjian dengan Thomas.


“My mother always tells me to smile and put on a happy face. She told me I had a purpose: to bring laughter and joy to the world.” Arthur Fleck

Arthur kemudian berinisiatif mencari Thomas di kediamannya, namun yang ia temui adalah Bruce dan Alfred. Arthur tak terima ketika Alfred mengatakan ibunya halu akan hubungannya dengan Thomas. Tak berhenti sampai disitu, Arthur menyamar sebagai pelayan hotel untuk bertemu langsung dengan Thomas namun Thomas justru mengatakan Ibunya pernah dirawat di rumah sakit jiwa. Arthur kemudian pergi ke Rumah Sakti Jiwa Arkham untuk mencari dokumen pemeriksaan Penny Fleck 30 tahun yang lalu. Terkejutnya ia bahwa ternyata Penny memang menderita gangguan jiwa, dan lebih terkejut lagi saat ia tau bahwa ia adalah anak adopsi! Semua permasalahan ini mengguncang Arthur. Ia yang sebelumnya takut karena pernah membunuh orang justru sekarang menghentikan obat penenangnya dan menikmati jati diri nya yang baru sebagai seorang Joker.


“When you bring me out, can you introduce me as Joker?”Arthur Fleck

Film ini akan membuat emosi kita campur aduk. Naskah yang baik dari Todd Phillips plus penghayatan peran yang luar biasa dari Joaquin Phoenix membuat kita dapat merasakan betapa kelamnya masa lalu Joker. Jika kalian belum nonton film ini, sebaiknya ingat untuk tidak membiarkan anak anda ikut nonton atau membiarkan mereka nonton film ini tanpa pengawasan. 
Meskipun sutradara Todd Phillips mengatakan film joker tidak akan bergabung dengan DCEU, namun alur ceritanya setidaknya memberi harapan kita untuk bisa masuk ke Film Batman nya Robbert Pattinson. Karena di akhir cerita pun film ini “rasanya” seolah-olah disiapkan agar bisa bergabung dengan film Batman. Untuk selanjutnya tinggal uang yang berbicara apakah akhirnya Jokernya Joaquin Phoenix akan masuk ke Film Batman, karena tokohnya terlalu saying untuk dilewatkan dan ia telah menempatkan standard baru menjadi seorang Joker. Sebelumnya aktor sekelas Jared Leto pun kesulitan untuk mengimbangi acting dari mendiang Heath Ledger. Tak terbayang jika Battinson nanti akan muncul joker baru, fans pasti akan membanding-bandingkannya dengan Phoenix.

Jika anda ingin melihat Joker versi kartun dengan alur cerita yang mirip, gue sarankan kalian untuk menonton Batman: The Killing Joke.


Salam,
Dony Ariestha


You Might Also Like

0 komentar